kim heechul
shin raekyung
readers
#minifanfic
"kyaaa kim heechul oppaa~~" aku terus berteriak melihatnya bertingkah lucu di televisi.
"ya! kecilkan suaramu dia sedang tidak benar benar ada di depanmu" ujar temanku yang juga ada di kamarku saat itu.
"memangnya kenapa? aku memang sudah mencintainya lebih dari apapun jadi wajar saja kalau aku berteriak ketika melihatnya di tivi sekarang, lihat.. lihat.. dia bertingkah aneh lagi hahahahaha".
aku terus memfokuskan mataku pada namja yang ku puja itu namja yang lebih biasa di sebut seorang halyu star. dan aku hanya sebatas fans yang benar benar fanatik terhadapnya. ah maaf aku lupa memperkenalkan diriku namaku adalah shin raekyung. aku sekarang ini tinggal di losmen bersama temanku. dia sangat membenciku kalau aku menyebut nama kim heechul entah lah aku juga tidak tau
"ya! raekyung, kau ini sedang berada di rumah bukan di konser, jadi berhenti menyalakan light stick mu itu membuat mataku pusing," ujarnya lagi.
"kau ini berisik sekali!! menggangu saja kalau kau tidak ingin melihatku berteriak seperti ini lebih baik kau keluar saja dulu" aku mendorongnya keluar dari kamar kami.iapun keluar dengan sedikit kesal.
aku kembali memfokuskan kedua mataku pada acara variety show yang di bintangi oleh kim heechul, aku benar benar menantikan acara ini, terang saja seorang kim heechul yang aku cintai takkan lepas dari pandanganku sampai kapanpun.
akhirnya acara itu pun selesai.
"ya! sudah selesaikah? apa harus setiap acara yang kau tonton itu aku tak boleh menontonnya?" ujarnya kesal
"ahh mianhaeee aku benar benar sangat mencintainya, sudah seperti menjadi bagian dari hidupku sendiri , aku lapar ayo kita makan" ajakku menuntunnya ke dapur.
" aku tidak lapar kau saja yang makan" tolaknya kembali duduk.
"ayolaah apa kau marah padaku? aku hanya mengungkapkan apa yang aku rasakan selama ini" aku mengeluarkan aegyoku dan akhirnya iapun luluh
"baiklah baiklah, kau saja yang masak nanti aku yang makan aku harus mengecek homepage ku dulu" ujarnya mengeluarkan laptop ke sayangannya.
" hey hey... tolong bukakan twitterku"
"twittermu atau.."
"tentu saja twitter kim heechul hehehe"
"lagi lagi... baiklah" ia pin menjentikan jarinya di keyboard dan membuka twitter milikku.
"ngg?? apa ini raekyung coba kau lihat ini" aku pun datang melihat
"ada apa?...." aku tertegun dengan apa yang di ucapkan kim heehcul di postingannya.. entah harus tertawa bahagia atau menangis.
"hey raekyung kau baik baik saja?" tanya temanku.
"te...tentu saja aku ini akan selalu mendukung nya" ujarku tergugup.aku kembali ke dapur dan meotong sayuran.
*sekolah*
"selamat pagi semuaaa~" ujarku senang pagi ini
"ada apa kau raekyung? semangat sekali? apa saem tidak menghukummu kali ini?"
"anio.. bukan itu.. aku hanya bersemangat saja"
"aaaahh.. aku tau.. kau pasti bersemangat karena sekolah kita akan menjadi tempat untuk syuting film terbaru dari SMe kan?"
"mwo?? aku tidak tau tentang itu" ujarku bingung.
"benarkah?? kau tidak sedang bercandakan?? kau tidak bohong padaku kan??" aku mencekik temanku sampai hampir tidak bisa napas.
"le..lepaskan aku bodoh.. aku akan mati..." ujarnya sesak.
"ah.. lalu.. ceritakan padaku dari mana kau dapat informasi ini?"
"kau tidak membaca papan pangumuman hari ini? selama 2 minggu kedepan sekolah kita lebih tepatnya kelas kita akan di gunakan untuk syuting" ujarnya lagi.
"KYAAAAAA AKHIRNYA AKU BISA BERTEMU DENGAN KIM HEECHUL" aku berteriak memekikan telinga teman2ku di pagi hari .
"jangan berteriak!! aku yakin kalau di acara konserpun hanya suaramu lah yang paling kencang dari pda suara fans lainnya" tapi aku menghiraukan ucapan temanku itu. aku terlalu senang untuk melawannya. perasaanku seperti sedang berbunga bunga sekarang. tak lama kemudian wali kelas kami pun datang.
"kembalilah duduk ketempat kalian" ujar saem.
"kalian sudah baca pengumuman di diniding majalah sekolah kan?"
"nae..." ujar semua murid kompak termasuk aku yang benar benar bersemangat.
"karena kelas kita yang akan di gunakan. maka aku akan mengambil beberapa anak untuk membantu saat syuting berlangsung.
"AKU SAEM AKU BERSEDIA" aku lagsung mengangkat tanganku dengan semangat.
"baiklah kau boleh membantu"
"di bayar atau tidak?" tanya seorang murid lain.
"kalian akan di bayar sesuai dengan hasil kerja keras kalain selama membantu jadi tidak usah khawatir" ujar saem lagi.
"AKU dia bayar atau tidak pun aku akan bekerja denagn sepenuh hati" ujrku tersenyum semangat.
*losmen*
"raekyung kau benar benar akan mengambil liburan ini untuk bekerja di sekolahmu?" tanya teman sekamarku itu.
"tentu saja! aku YAKIN" ujarku.
"yaa terserah lah tapi ingat kau tidak boleh terlalu capek aku tidak mau kau pingsan lagi"
"arasso.. gomawo sudah memperhatikanku.. tidak salah aku memilih teman sekamar denganmu chu~~" tapi ia malah kembali memfokuskan dirinya di laptop dan homepage kesayangannya.
"hey.. ini sudah waktunya untuk siaran youngstreet.. bolehkah aku???" tanyaku lagi lagi sambil mengeluarkan aegyo.
"kau ini aku ini sedang mengecek homepage ku.."
"ayolaaah.. ng?? ng..?"
"baiklah ini" aku pun mengetikkan jemariku untuk membuka livestream yang langsung terhubung dengan broadcast radio kim heechul.
aku benar benar antusias melihatnya di situ.. bahkan hampir tak berkedip mataku melihatnya. aku seperti sedang melihat patung yang hanya diam saja . ia menjentikan jarinya pada handphonenya aku terus tersenyum. sesekali ia menyebutkan nama seorang wanita di situ. aku agak cemburu melihatnya tapi aku benar benar tak bisa menyembunyikan senyumku saat itu.
"ya saat ini line sms akan segera di tutup jadi silahkan bagi yang ingin mengirim pesan lima menit lagi akan tertutup" ujar heehcul di sana. aku pun dengan cepat mengambil handphoneku dan menjentikkan jariku. aku berharap sekali kalau pesanku di bacakan olehnya.
"baiklah line sms di tutup, aku akan membacakannya satu persatu" ujarnya semakin membuatku antusias dan tak bergerak sejengkalpun dari situ
"pesan dari 2345 kim heechul oppa kau sangat keren malam ini, putarkan aku lagu yang kau mau untuk menyemangati ku hari ini aku sedang belajar" ujar heechul membacakan pesan yang masuk.
"yaa selamat belajar ya untukmu"ujarnya lagi.
"heechul oppa~ aku melihatmu saat ini sangat mengagumkan. youngstreet hwaiting." aku sedikit kecewa kapan pesanku akan di bacakan olehnya.
"heechul oppa ini aku raekyung, sampai jumpa besok saat syuting di skolahku ya. aku akan membantumu sebisa mungkin, oya apa benar tentang postinganmu di twitter saat kau berkencan dengan seseorang? aku sangat cemburu aku patah hati" ujar heechul yg ternyata membacakan pesanku.
"KYAAAA dia membacanya" teriakku senang.
"aha baiklah raekyung kita berjumpa besok ya, soal postinganku.. bagimana menurutmu? aku ingin mempunyai seorang wanita di hatiku"
"wmorago?? aahh heechul sepertinya hanya ingin membuat lelucon saja saat siaran" ujarku tetap tersenyum.
akhirnya siaran pun berakhir aku mempersiapkan diriku untuk besok pagi supaya tidak bangun terlalu siang karena syuting akan dilaksanakan pagi hari.
"aku berangkat dulu ya" ujarku pada temanku yang masih ada di dalam selimut.
"sepagi ini kah?" ujarnya malas.
"tentu saja. saem menyuruhku datang jam 8 tapi aku ingin melihat mobil van heechul oppa, aku harus melakukan sebisaku. hwaiting"
"baiklah pergilah lalu matikan lagi lampunya aku masih ingin tidur" ujarnya masih tidak bangun dari tempat tidurnya.
aku mulai membersihakan kelasku.
aku sesekali melihat jendela menantikan van milik heechul datang dan akhirnya ia pun datang aku mempersiapkan kameraku untuk mengabadikan moment berharga ini.
"waaah oppa sudah datang.. omo... dia benar benar tampan kyaaaa oppa kenapa kau bisa setampan ini.. ahh dia masuk di loby. aku harus turun sekarang" tanpa berhenti merekam aku turun ke loby
aku tak hanya melihatnya di sana juga ada beberapa selebriti lainya. tapi aku tidak memperdulikan itu aku hanya memfokuskan mataku pada heechul yang sedang ber argu dengan temannya atau mungkin itu lawan main heechul di drama ini? astaga aku sangat tidak sabar melihatnya mulai berakting lagi batinku.
"oppa~~ heechul oppa" aku memanggilnya dan dia menengok ke arahku. aku melambai dan ia membalas dengan senyumnya ia menggunakan kaca mata hitamnya seperti biasa. benar benar tampan. tak beberapa lama pun ia berdiri dari duduknya dan mulai membaca scrip. mungkin ini saatnya aku bertemu dengannya.
aku mengeluarkan secarik kertas dan spidol.
aku berjalan mendekatinya.
"hai oppa" sapaku. ia menengok dan tersenyum padaku.
"umm anu oppa aku tadi malam mengirim pesan di youngstreet apa kau ingat?" tanyaku.
"ahh kau. jadi kau hai. apa kabarmu."
"nae. umm oppa bisakah kita berfoto ?" tanyaku.
"ah tentu saja." ia pun bersiapa memasang pose yang keren aku hanya bisa tekikik saking senangnya
"oppa sign mu juga" aku menyodorkannya secarik kertas. ia pun memberikan tanda tangannya aku benar benar senang sampai ingin menangis.
"oppa terima kasih banyak semoa hari ini menyenangkan dan sukses untuk aktingmu aku tidak sabar ingin menonton drama ini" ujarku memberinya semangat.
"ah nae.. gamsahamnida" ia kembali membaca scrip nya dan aku pun meningglakannya perlahan
syuting pun berlangsung sampai sore aku memindahkan bangku bangku yang tak di perlukan keluar kelas. sangat lelah tapi aku sangat senang benar benar senang seperti ingin berteriak sekencang mungkin.
"hehehe" aku sesekali tertawa sendiri.
"ada apa?" tanya temanku
"ah.. anio. hehehe" aku jadi salah tingkah.
akhirnya syuting pun berakhir aku melihat kembali sepertinya heehcul sedang tersenyum dan tertawa bersama temannya di bawah sana aku cemburu melihatnya, ia pergi dari situ.
"raekyung, tolong ambilkan sapu di gudang belakang" ujar saem menyuruhku.
"nae saem" aku pun bergegas turun dan menuju gudang. tunggu aku melihat heechul assaa~~ benar dia menuju.. gudang??? untuk apa dia kesana apa sebaiknya aku menyapanya lagi?
aku melangkahkan kakiku menuju gudang ini benar benar kesempatan ku menyapanya lagi gumamku.tanganku masih menggenggam kamera aku harus mengabadikan momen ini lagi gumamku sambil menyalakan perekam.
"tunggu apa yang kau lakukan?" ujar suara yeoja yg aku dengar dari dalam gudang.
"tak ada orang di sini"
"tapi.. ini tempat umum" ujar yeoja itu lagi. entah kenapa aku semakin penasaran dan melangkahkan kakiku maju
aku mengintip dari celah pintu gudang yang terbuka sedikit, terlalu gelap di dalam. aku tidak bisa melihat apa apa tapi kameraku bisa melihat dalam keadaan gelap. aku terus merekamnya. berharap tidak ada sesuatu yang benar benar terjadi. dadaku sakit sekali seperti ingin marah dan menangis. tapi air mataku tak bisa keluar.
"praang.." kameraku terjatuh karena terpeleset dari tanganku. aku tak percaya apa yang baru saja aku lihat . mereka.. berciuman? tidak tidak aku pasti salah lihat aku buru buru mengambil kameraku namun tiba tiba pintu gudang terbuka dan ku dapati heechul sudah ada di depanku ia mengambil kameraku.
"apa yang sudah kau lihat?" tanya heechul.
"o..oppa" aku tidak bisa berkata apa apa. lidah ku seperti tertahan semakin aku ingin berbicara malah semakin ingin menangis. dan akhirnya pipiku basah oleh air yang mengalir dari mataku.aku gemetar, aku takut dengan tatapan heechul padaku. tak lama wanita itu pun keluar. ia memandangku tajam seolah aku ini adalah musuh nya yang paling ia benci.
"oenni.." bibirku gemetar. heehcul melihat apa yang ada di rekamanku. ia buru buru menghapusnya dan melemparkan kameranya kembali padaku dan meninggalkan tempatku.
"oppa~ a..aku.. oppa~ heechul oppa!! inikah yang kau sebutkan di twittermu? wanita ini kah?" aku berdiri dengan tegap dengan mata yang masih memerah.
ia menoleh ke arahku. heechul menatapku dengan kesal dan marah. aku benci tatapan ini aku takut dengan tatapan ini.
"jaga bicaramu" ujar yeoja di sampingnya.
"benar" ujar heechul menegaskan.
"m..mianhae.. oppa aku tidak tau harus berkata apa"
"bisakah kau menjaga rahasia ini? berapa yang kau butuhkan?"tanya heechul.
heechul menarik tanganku dan kami menuju mobil vannya di situ hanya ada aku yeoja itu dan heechul. ia mengeluarkan kartu nya dan secarik kertas.
"ini adalah kartu kreditku pakailah sesukamu, aku akan membayar tagihannya" ujar heechul mnyerahkan secarik kertas yang bertuliskan nomer telfonnya dan kartu kreditnya.
aku mngambil kartu itu lalu keluar dari van tersebut aku membuang kedua benda itu di hadapannya.
"apa yang kau lakukan bodoh" ujar heechul marah
"kim heechul oppa. aku adalah fans beratmu. aku tidak ingnkan bayaran apapun setelah melihat kejadian itu, aku tidak akan memberi tahu siapapun tentang hal ini, anggap saja aku tidak melihat semua itu. aku akan selalu mendukungmu, sesakit apapun rasanya aku tidak akan mengecewakanmu. jadi terima kasih utuk hari ini oppa. tapi satu hal yang aku ketahui kau sudah membuat salah satu fansmu kecewa. aku permisi" ujarku sambil terus menangis. aku membungkuk dan meninggalkan mereka berdua.
sakit sekali melihat dan mngetahui hal seperti ini lebih dulu. sudah kuduga dia benar benar memiliki seseorang , tapi itu adalah suatu kewajaran yang biasa. lalu mengapa aku harus menangis? air mataku tidak bisa berhenti? aku kembali kekelas dan mengambil tasku."raekyung mana sapu yang kau ambil? hey raekyung mau kemana kau? kita masih hrus bersih bersih kelas" ujar saem. tpi aku tak menghentikan langkahku dan kembali ke losmen.
*esok paginya*
aku memutuskan untuk tidak kembali ke sekolah untuk membantu di lokasi syuting, kepalaku terasa sakit sekali. mataku begitu bengkak
"kau baik baik saja?" tanya teman sekamarku. aku hanya mengangguk.
"tidak terjadi sesuatukan?" tanyanya lagi . aku menggeleng.
"omo badanmu panas sekali raekyung" ujar temanku setelah memegang dahiku.
"sudah kubilangkan kau tidak boleh kelelahan" ia segera mengambil obat. dari kotak obat. aku bisa melihat poster besar kim heechul di situ tapi pagi ini tak seperti pagi yang biasanya seperti aku menyapa poster itu seakan itu adalah heehcul yang sesungguhnya. aku menatap poster itu dengan tatapan kosong benar benar kosong tak ada perasaan apapun saat melihatnya. tak sedih tak juga senang.
"sudah merasa baikan? ini minumlah air yang banyak" aku meneguknya.
"kau harus bersemangat supaya cepat sembuh. lihat ini lihat heechul tersenyum di gambar ini." ia menunjukkan salah satu poster ku yang tergulung. namun lagi2 aku tak tersenyum.
"bisakah kau membuang semua kertas kertas itu?" tanyaku sambil menunjuk poster poster heechul. tapi temanku hanya bisa melongo.
"mwo?? kau yakin??" aku mengangguk.
"aku akan simpankan ini untukmu nanti" ujarnya.
"jangan di simpan kau boleh membuangnya. lagi pula kau memang tak suka wajahnya kan? mulai hari ini aku hanya akan menjalani hidupku seperti biasa , jangan tanya kenapa karena aku tidak akan pernah memberi tahumu" ujarku lalu kembali berbaring.
the end
readers aku bikin cerita ini mendadak karena ini yang lagi aku rasain sama heechul. kosong rasanya jadi mohon pengertiannya kalo tulisan ku ini berantakan soalnya aku ngetik sambil nangis. :'( mianhae jongmal mianhae reader.. gomawo yang udah mau baca.

No comments:
Post a Comment